Jumaat, 16 Disember 2016

(F) PENDIRIAN FIQH ISLAM TERHADAP NON MUSLIM.


GOLONGAN NON MUSLIM :-
... Terbahagi kepada Empat golongan :

1) Non Muslim "ahli Zimmah" : Non Muslim : kaum yang mendapat jaminan Allah dalam hak & hukum (undang-undang) negara. Terhadap golongan ini diberlakukan hukum & hak yang sama dengan kaum Muslim. Hak-haknya tidak boleh dilanggar : dikurangi : dinafikan, meliputi politik, ekonomi, sosial, ketenteraan (mereka berhak - bertanggung jawab memikul senjata), pengajaran, pendidikan & lain-lain hak yang bersangkutan dengan warganegara terhormat. Mereka mempunyai hak yang penoh sebagaimana yang dimiliki oleh kaum Muslimin (melainkan perkara yang telah diputuskan oleh perlembagaan dengan konsensus yang telah dipersetujui bersama - hak bumiputera & hak keistimewaan melayu). Adapun mengenai ibadah terserah kepada mereka sendiri, mereka berhak beramal & belajar menurut Agama & keyakinan mereka sendiri, sesekali tidak boleh diganggu atau dikurangi.


2) Non Muslim "Musta'man" : penganut Agama lain yang memohon perlindungan keselamatan & keamanan terhadap diri serta harta benda mereka. Pada golongan ini tidak diberlakukan hak & hukum bernegara (undang-undang tetap dikuatkuasakan). Diri & harta benda mereka wajib dilindungi dari segala yang akan membahayakan selama mereka masih berada dalam perlindungan kita.
(pelarian - pemastautin tetap bukan warganegara).

3) Non Muslim "Mua'ahadah" : Perjanjian damai & persahabatan antara negara lain yang bukan negara Islam, samaada disertai dengan perjanjian akan tolong menolong, bela-membela, atau tidak.
(negara sahabat - bukan negara Islam).

Note : Ketiga-tiga golongan Non Muslim (bil 1 - 3) tidak boleh dimusohi, bahkan harus diperlakukan sebagai sahabat karib.

4) Non Muslim "Harbi" - Musoh, Yaitu pemelok Agama lain yang mengganggu keamanan & ketenteraman, bersifat zalim - menzalimi atau melakukan penginayaan, suka menghasut serta mencari-cari takwil untuk membuat fitnah, mengacau pada perkara bukan haknya, dan memaksa umat (dengan apa cara, sifat, kata-kata, perbuatan) meninggalkan Agama Tauhid (ad-deen) serta I'ttiqad diredhai Allah Islam (al-Islam) atau menghalang dari mengamalkannya. Terhadap golongan Non Muslim Harbi ini dianggap musoh, kita diizinkan melawan (menentang dengan segala hujah/tidak menyokong & mengundi...), mengangkat senjata (bersyarat), mengumumkan perang (antara negara - bersyarat) terhadap mereka selama mana perbuatan mereka yang keji itu masih mereka lakukan, hingga tercapai keamanan & kesentosaan bagi setiap penganut Agama Tauhid (ad-deen), I'ttiqad yang diredhai Allah Islam (al-Islam) serta FuruqNya - Aqidah (al-Iman) dan Syariah (al-Ilmu), sehingga dapat tegak berdiri tidak diganggu gugat, difitnah (dengan sifat, cara, kata-kata, perbuatan) lagi oleh pengacau & perosak itu.

(*) SIAPA DAP DISISI ALLAH (al-Quran) ?... yang menentang apa saja berkaitan dengan perkara berkaitan dengan (hakikat) kalimah bacaan al-Quran "ad-deen" (Agama) yang mewajibkan "al-Islam" (Islam) serta FuruqNya (cabangan) "al-Iman" (Iman - Aqidah) mewajibkan "al-Ilmu" (al-Ilmu - syariah, syara' - Fiqh) dengan semua cabang ilmuNya...
///
Ab Sheikh Yunan.

1 ulasan:

Ab Sheikh Yunan berkata...

3140/5000
(F25) ESTABLISHMENT OF NON MUSLIM ISLAM FIQH.

THE NON MUSLIM: -
... Divided into four groups:

1) Non-Muslim "Garonne Zimmah": Non-Muslim: the people who got the assurance of God in rights and law (law) state. This applies to the law and equal rights with Muslims. Their rights can not be violated: net: Undoubtedly, including political, economic, social, military (they deserve - is responsible to bear arms), teaching, education and other rights related to the respectable citizens. They have rights as a totally owned by the Muslims (unless the matter has been decided by the constitution with the consensus that has been agreed upon - the indigenous rights and privileges of the Malays). As for the religious left to themselves, they have the right to work and learn according to their own religion and belief, it occasionally can not be interrupted or reduced.

2) Non-Muslim "musta'man" Religious believers who seek refuge in other safety and security of themselves and their property. In this group are not enforceable rights and state law (the law still in force). Themselves and their property must be protected from all harm as long as they're in our protection.
(Refugees - permanent resident non-citizens).

3) Non-Muslim "Mua'ahadah" Treaty of peace and friendship between different countries that are not an Islamic state, whether accompanied by an agreement to help each other, defend, defend, or not.
(Ally - not an Islamic state).

Note: All three of Non Muslim (no 1-3) dimusohi can not even be treated as a dear friend.

4) Non-Muslim "Harbi" - enemy, ie pemelok Other religions that disturb the peace and tranquility, is cruel - cruel or do penginayaan, provocative and searching interpretation to make defamatory, harassing the things not right, and compel people (with way, nature, words, deeds) left the religion of Tawheed (ad-deen) and I'ttiqad Islam pleases Allah (al-Islam) or prevented from practicing it. Non-Muslim groups against Harbi is considered an enemy, we are allowed to fight (against all argument / not support and vote ...), took up arms (conditional), declared war (between countries - conditional) against them for their evil deeds which it they still do, to achieve security and well-being for each of Religion Tauhid (ad-deen), I'ttiqad who spend Islam (al-Islam) and FuruqNya - creed (al-Iman) and Sharia (al-Sciences), so can not stand upright inviolable, maligned (by the way, the words, deeds) again by vandals and the pest.

(*) WHO DAP sight of GOD (the Koran)? ... Against any related matters (the fact) word recitation of the Quran "ad-deen" (religion) which requires that "al-Islam" (Islam ) and FuruqNya (branches), "al-Iman" (faith - faith) requires that "al-Science" (al-Science - sharia, Islamic law - Fiqh) with all branches of His knowledge ...
///
Ab Sheikh Yunan.

DOSA SYIRIK LEBIH BERAT DARI RASUAH, ZINA, MINUM ARAK, MAKAN BABI.

DOSA SYIRIK ( yusyrik : tusyrik billaahi ) TERHADAP ZAT & HAK-HAK MUTLAK ZAT ALLAH, LEBIH BERAT DARI DOSA RASUAH, ZINA, MINUM ARAK &a...